Aku adalah aku.
Andailah dapat jadi seperti mereka. Gah gemilang dalam segala apa dalam kehidupan. Aku di sini hanya menanti dan terus menanti. Belum tiba masanya lagi, tapi tetap ditembak dengan peluru kata yang menyakitkan.
Bukannya aku tak mencuba, tapi aku cuba setiap hari. Aku bukan mereka; mereka sentiasa dapat apa yang mereka hajati. Aku? Aku tersekat dek batas segala.
Aku tidak minta apa-apa pun. Aku hanya inginkan doa. Doa agar aku mampu menjalani hidup ini dengan baiknya sepertimana baiknya hidup untuk kalian. Benar. Aku juga mungkin dapat apa yang diingini, tapi itu berbeza. Aku bukan kalian.
Namun... Kalian jugalah batu yang membantu untuk aku kembali stabil dalam hidup yang penuh onar ini. Kalian jugalah yang menadah tangan untuk aku pegang. Kalian jugalah tempat aku bersadu rasa. Kalian jugalah jantung hati hidup aku. Jadi, kenapa aku hendak merungut?
Benar. Aku tidak sama seperti orang lain. Benar, aku hanyalah menusia yang darjatnya tidak tinggi menggunung. Benar, akulah orang yang tidak pernah punya azam. Benar, akulah yang perlahan dalam hidup ini. Mungkin kadang aku sengaja? Entah. Aku sendiri pun tak tahu.
Maafkan aku. Aku tidak seperti kalian. Aku tidak pernah dapat jadi seperti kalian. Aku hanyalah aku; aku yang hanya mampu berdiri, berpegang erat tanganmu dalam segala onak duri hidup. Akulah yang paling ke depan agar kelian tidak jatuh tersungkur. Akulah yang sentiasa mendengar dan sentiasa menerima apa saja kalian tikamkan kepada aku. Aku hanyalah aku yang hanya mampu inginkan kebaikan untuk kalian. Mungkin bunyi aku seperti mengagungkan diri tapi siapa lagi hendak puji kalau bukan diri sendiri?
Maafkan aku sebab aku menghampakan. Aku tidak dapat membahagiakan. Mungkin ini firasat aku saja, tapi apakan daya, perasaan ini susah untuk hilang. Aku tidak tahu apa yang aku harus lakukan, sedangkan segala upaya telah aku kerah untuk masa depan aku. Bukannya aku tidak mempunyai aspirasi untuk masa depan, cuma ia lambat atau mungkin akan terpadam dalam hidup aku. Aku tidak tahu; itu ketentuan Tuhan. Aku? Aku hanya berjalan bersama kalian, berpimpin tangan, gelak tawa, dan penuh senyuman.
Itu yang aku mahu.
Kalian tersenyum dan bergelak tawa sentiasa. Benar, hidup ini tidak akan selalunya indah, tapi... Aku ingin menjadi orang yang mengindahkan hidup kalian. Biarlah aku jadi aku.
Biarlah aku jadi aku.
Lambat, dan tidak punya masa depan, tapi masa depan aku hanyalah ingin bersama kalian. Itu saja yang aku pohon dalam doaku setiap hari; aku ingin kalian bahagia.
Semoga aku mampu untuk terus kuat dalam mencantikkan kehidupan kalian -- dan juga kehidupan aku. Biarlah aku terkapai-kapai, yang penting, aku ada kalian dan kalian ada aku.
Mohon maaf, aku bukan seperti yang kalian inginkan.
Mohon maaf, aku tidak mampu untuk sempurnakan hidup aku dan juga hidup kalian. Benar, tidak ada yang sempurna dalam hidup ini, tapi ia tidak bermakna aku tidak dapat mencuba.
Semoga kita akan berpimpin tangan dari dunia hinggalah ke syurga.
Comments
Post a Comment